Laporan hasil pengamatan

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER



LAPORAN HASIL PENGAMATAN
PROSES PEMBELAJARAN KESUSASTRAAN INDONESIA
PADA SMP ASOKA SINGKAWANG


Laporan ini dibuat untuk memenuhi tugas UTS take home
Mata Kuliah Kajian Pembelajaran Sastra Indonesia
Program Studi Pendidikan Bahasa
dan Sastra Indonesia

Oleh


HENDRASIUS
11308504140059

82.jpg





PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
SINGKAWANG
2017


A.    Proses pembelajaran materi kesusastraan  pada SMP Asoka Singkawang.

SMP Asoka Singkawang merupakan salah satu sekolah swasta yang menjadi sasaran tempat penelitian sekaligus pengamatan dalam proses pembelajaran sastra Indonesia; untuk Mata kuliah Kajian Pembelajaran Sastra Indonesia. SMP asoka singkawang yang beralamat di Jalan Sagatani, Dusun Saumbang, Kelurahan Sijangkung memiliki kelebihan. Salah satu dari kelebihan yang dapat diamati yaitu fasilitas gedung yang mewah dan memiliki fasilitas belajar yang lengkap dan memadai. Tidak dapat dipungkiri, sekolah ini tentunya memiliki kwalitas yang baik dalam setiap pembelajaran karena didukung fasilitas dan tenaga pengajar yang berpengalaman dibidang pendidikan, khususnya sastra Indonesia.
Pada saat mahasiswa datang untuk melakukan pengamatan pada proses pembelajaran sastra di sekolah ini, dapat terlihat bahwa siswa yang mengikuti proses pembelajaran sastra aktif untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Keaktifan dapat terlihat ketika guru, dalam hal ini Bapak Jivensius, S.Pd selaku guru sastra Indonesia  bertanya tentang pengertian puisi, dan unsur-unsur yang harus ada dalam sebuah puisi, siswa aktif berkomentar untuk memberikan jawaban. Pada saat guru membuka video yang menampilkan puisi tentang seorang anak terhadap orang tuannya, ada beberapa anak yang meneteskan air mata. Adanya hal seperti ini, memberikan kesan tersendiri bagi siswa dan guru selaku peserta didik dan pengajar yang saling berinteraksi lewat media belajar.
Proses pembelajaran berlangsung dengan baik, kegiatan diawali dengan doa, salam dan motivasi atau apersepsi, mengabsen siswa dan menanyakan pelajaran pada waktu sebelumnya. Kemudian guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan selanjutnya melakukan Tanya jawab. Guru memberikan sedikit penjelasan dan kemudian menampilkan senuah video yang berkaitan dengan kesasteraan yaitu sebuah puisi yang berhubungan dengan kasih sayang anak dengan orang tua. Untuk selanjutnya siswa memberikan komentar dan guru menanggapi, kemudian siswa diminta membuat puisi dengan tema yang sama namun dengan bahasa yang berbeda. Selanjutnya, guru melakukan Tanya jawab seputar materi yang kurang dimengerti oleh siswa, guru kembali mengulangi materi tersebut. Ketika penjelasan telah selesai dan waktupun berakhir, guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyampaikan kesimpulan dan mengajak siswa untuk berdoa dan mengucapkan salam.

B.     Keunggulan proses pembelajaran materi kesusastraan  pada SMP Asoka Singkawang.
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran sastra Indonesia pada Sekolah Asoka Singkawang memiliki keunggulan. Salah satu keunggulan yang dapat terlihat adalah ketika digunakannya media elektronik modern, dalam hal ini infocus sebagai sarana pendukung yang menampilkan sebuah video dengan menyajikan puisi yang membuat kesan tersendiri kepada siswa selaku peserta didik dalam proses pembelajaran tersebut. Adanya siswa yang menangis memberikan tanda bahwa siswa tersebut begitu menghayati puisi yang disuguhkan. Hal ini berbeda, apabila puisi disuguhkan dengan sepucuk kertas yang tidak disertai  dengan efek  apapun. Kemungkinan besar, siswa hanya sekedar membaca dan tidak mengerti dari makna puisi tersebut. Hal ini berbeda dengan penyajian pusi dengan menampilkan tulisan yang puitis nan indah disertai gambar yang bergerak, instrument music dan sedikit efek-efek pencahayaan dari video yang ada, akan menambah ketertarikan siswa untuk membaca dan menghayati setiap makna yang ada dalam pusi tersebut. Dari sini dapat terlihat keunggulannya yaitu bentuk penyajian puisi oleh guru sastra Indonesia.

C.    Kelemahan proses pembelajaran materi kesusastraan  pada SMP Asoka Singkawang.

Berdasarkan hasil pengamatan dari proses pembelajaran sastra Indonesia pada SMP Asoka Singkawang, kelemahan yang ada yaitu terdapat pada penggunaan waktu yang tidak efektif. Adanya waktu yang tidak cukup, mengharuskan siswa untuk mengerjakan pembuatan puisi tersebut di rumah masing-masing. Adanya hal seperti ini memberikan peluang besar kepada siswa selaku pembelajara untuk mencontek pada buku bacaan, media cetak, media online ataupun dikerjakan oleh orang lain. Hal seperti ini  akan membuat siswa tidak dapat berpikir kreatif dalam membuat suatu karya, khususnya puisi. Itulah satu kelemahan yang ada pada pembelajaran sastra Indonesia pada sekolah Asoka singkawang.

D.    Media yang tepat untuk digunakan pada proses pembelajaran materi kesusastraan  pada SMP Asoka Singkawang.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan dalam proses pembelajaran sastra Indonesia pada SMP Asoka Singkawang,  untuk penggunaan media dalam proses penyampaian  materi sastra sudah cukup baik dan sangat tepat dalam pemilihan media. Infocus dengan soundsystem yang baik, menjadi pendukung utama dalam membantu guru ketika menyampaikan materi pembelajaran dikelas. Guru tidak dibuat repot untuk mengkhayalkan puisi dengan makna yang tentunya sukar untuk dipahami oleh siswa, selaku pembelajar.

Jadi dapat disimpulkan bahwa media yang digunakan pada saat proses pembelajaran sastra Indonesia pada SMP Asoka sudah tepat dan cukup baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

puisi AKURAKURA